Welcome to my blog..... Thank's to visit...! Jangan lupa? tinggalkan komentar anda...

PLAY COUNTER

free counters

Senin, 10 Januari 2011

Tips Memilih Karir

Hidup ini memang penuh dengan aneka pilihan. Tetapi menentukan atau memilih karir bukanlah keputusan yang main-main. Memilih karir tidak sama dengan memilih barang yang ingin anda beli. Memilih karir adalah salah satu keputusan yang paling penting dalam kehidupan anda. Anda harus teliti, cermat, dan konsisten. Sekali saja anda salah pilih, maka anda akan menyesal berkepanjangan. Dalam memilih karir anda perlu mempertimbangkan beberapa aspek agar menemukan karir yang tepat. Anda yang masih bingung menentukan karir, anda bisa coba tips berikut ini:

Evaluasi kekuatan dan kelemahan diri.
Dalam menentukan karir, awali dengan mengkaji kekuatan dan kelemahan diri anda sendiri. Coba tanyakan pada diri anda sendiri. "Apa kelebihan dan kekurangan yang saya miliki?, Apa yang ingin saya kerjakan, dan pekerjaan apa yang ingin saya hindari? Dalam lingkungan seperti apa saya ingin bekerja? Tingkat ekonomi seperti apa yang ingin saya capai?", dan sebagainya. Kemudian jawablah pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian anda akan menemukan karir yang anda inginkan.

Pilih karier yang sesuai dengan gaya hidup yang anda idamkan.
Sampai saat ini uang masih menjadi pertimbangan dominan dalam memilih karir. Untuk itu tentukan di tingkat mana anda ingin hidup, berapa penghasilan yang anda inginkan. Hal ini akan membantu anda dalam menentukan pilihan karir. Paling tidak kalau anda ingin kaya raya anda tidak bisa memilih profesi yang idealis seperti ilmuwan atau guru sekolah dasar. Mungkin pilihan menjadi pengusaha bisa anda pertimbangkan.

Kaji trend karir dari berbagai media informasi.
Ikuti trend dan perkembangan usaha dari berbagai media informasi seperti majalah, surat kabar dan internet. Ikuti informasi peluang kerja, trend usaha dan ekonomi dari media tersebut. Bisa juga anda baca terbitan khusus untuk bidang-bidang yang lebih spesifik dari asosiasi atau lembaga yang sesuai. Kemudian buat kliping tentang lapangan kerja dan jenis pekerjaan yang anda inginkan. Pikirkan mana yang sekiranya sesuai dengan bidang dan kelebihan anda, tujuan hidup anda. Kaji peluangnya di masa mendatang, mana yang prospeknya cerah dan mana yang tidak.

Konsultasikan dengan mereka yang pengalaman dan ahli.
Kalau anda masih bingung menentukan karir, bicarakan masalah anda dengan orang yang kompeten di bidangnya. Konsultasikan minat, bakat dan cita-cita anda dengan ahli karir. Anda juga bisa mendiskusikan masalah ini dengan keluarga, teman, atau mungkin dosen anda. Paling tidak mereka bisa memberikan saran dan nasehat, kira-kira bidang apa yang sesuai dengan anda. Bisa juga anda bicarakan di forum diskusi di internet.

Kunjungi perusahaan yang anda incar.
Jangan malu untuk mendatangi perusahaan dimana anda ingin sekali menjadi karyawannya. Usahakan untuk mendapat kenalan dengan orang bekerja di bidang atau posisinya yang anda inginkan. Dengan demikian anda bisa mendapatkan informasi jika ada peluang yang ditawarkan. Kalau anda masih kuliah, usahakan untuk bisa kerja praktek di perusahaan tersebut. Bisa juga anda kerja magang di perusahaan tersebut.

Konsisten pada pilihan karir.
Konsistensi memang diperlukan jika anda ingin sukses dalam karir. Jika anda ingin menjadi penulis, maka pelajari dan tekuni terus bidang tersebut. Begitu juga jika anda ingin jadi musisi atau pilot. Ingat, konsistensi akan memudahkan anda dalam meraih apa yang anda cita-citakan. Jangan pernah sekalipun menyerah apalagi putus asa. Sekali anda menyerah, keberuntungan akan semakin sulit anda jangkau.

Jangan takut beralih karier.
Meski anda konsisten dengan karir yang anda pilih, tidak menutup kemungkinan jika suatu waktu anda beralih karir. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meramalkan masa depan. Dalam perjalanan karir anda mungkin saja anda akan menghadapi berbagai kendala yang menyebabkan anda ingin 'banting setir'.

Misalnya karena kondisi ekonomi, perubahan visi dan pandangan pribadi, atau mungkin karena anda tidak mendapat kepuasan dari karir yang anda pilih. Jika anda menghadapi situasi demikian tentu pindah karir bukanlah hal yang dilarang. Tetapi tentu saja anda harus siap menghadapi resiko dengan keputusan anda.

Sumber: seruu
Gambar: GettyImages
Read more »

Membentuk Sikap Positif

Sikap mulai menjadi fokus pembahasan dalam ilmu sosial semenjak awal abad 20. Secara bahasa, Oxford Advanced Learner Dictionary (Hornby, 1974) mencantumkan bahwa attitude, berasal dari bahasa Italia “attitudine” yaitu “Manner of placing or holding the body, dan Way of feeling, thinking or behaving”.

Definisi lain adalah cara menempatkan atau membawa diri, atau cara merasakan, jalan pikiran, dan perilaku. Kata ini bisa juga dimaknai sebagai perasaan seseorang tentang obyek, aktivitas, peristiwa dan orang lain. Perasaan ini menjadi konsep yang merepresentasikan suka atau tidak sukanya (positif, negatif, atau netral) seseorang pada sesuatu.

Konsep sikap pertama kali diangkat dalam bahasan ilmu sosial pertama kali oleh Thomas (1918), sosiolog yang banyak menelaah kehidupan dan perubahan sosial, yang menulis buku Polish Peasant in Europe and America: Monograph of an Immigrant Group yang merupakan hasil riset yang dilakukannya bersama Znaniecki.

Sikap muncul dari berbagai bentuk penilaian, yang dikembangkan dalam tiga model, yaitu afeksi, kecenderungan perilaku, dan kognisi. Respon afektif adalah respon fisiologis yang mengekspresikan kesukaan individu pada sesuatu.

Kecenderungan perilaku adalah indikasi verbal dari maksud seorang individu. Respon kognitif adalah pengevaluasian secara kognitif terhadap suatu objek. Kebanyakan individu berperilaku dari hasil belajar sosial dari lingkungannya.

Terdapat kaitan antara sikap dan perilaku seseorang, walaupun tergantung pada faktor lain, yang kadang bersifat irasional. Sebagai contoh, seseorang yang menganggap penting transfusi darah belum tentu mendonorkan darahnya. Hal ini masuk akal bila orang tersebut takut melihat darah, yang akan menjelaskan irasionalitas tadi.

Sikap dapat mengalami perubahan sebagai akibat dari pengalaman. Tesser (1993) berargumen bahwa faktor bawaan juga dapat berpengaruh dalam hal ini. Aliran musik orang yang cenderung ekstrovert, akan berbeda dengan orang yg introvert.

Salah seorang ahli yang membahas tentang sikap adalah Carl Jung. Ia mendefinisikannya sebagai kesiapan dari psike untuk bertindak atau bereaksi dengan cara tertentu. Ia sering muncul dalam bentuk pasangan, satu disadari sedang yang lainnya tidak disadari.

Kadang-kadang kita mendengar istilah kepribadian yang karismatik, yang merupakan kombinasi yang langka dari ciri-ciri yang memancarkan pesona atau daya tarik tertentu.Sikap begitu pentingnya sehingga dapat menjadi lebih penting daripada karakteristik-karakteristik fisik dan mental dalam suatu kepribadiaan.

Sikap positif begitu kuat dapat memperkuat ciri-ciri kepribadian. Ia dapat membuat orang cantik menjadi dua kali lebih cantik. Hal ini dapat mengubah kepribadian yang membosankan menjadi kepribadian yang dipandang orang menarik.

Ia juga bisa “mencemerlangkan” karakteristik kepribadian yang lain. Dalam proses ini, citra keseluruhan orang yang bersangkutan menjadi lebih bersinar dan lebih menarik bagi orang lain.

Rasanya tidak perlu diragukan lagi bahwa sikap positif dapat membantu orang menampilkan kepribadian yang sebaik-baiknya.

Banyak orang berbakat, termasuk mereka yang memiliki karakteristik dan karisma yang didambakan orang lain merasa kesepian dan tidak bahagia, baik dalam kehidupan pekerjaan maupun dalam kehidupan pribadi, karena mereka tidak menyadari pentingnya sikap yang positif.

Sumber: AnneAhira
Gambar: GettyImages
Read more »

Mampukah Lembar-lembar Uang jadi Alat Pembeli Kebahagiaan?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kepercayaan kuno yang mengatakan kekayaan atau uang membuat bahagia seseorang rupanya tidak lagi sesuai dengan zamannya. Mengapa begitu? hasil riset menyebutkan kelebihan uang meningkatkan kepuasan seseorang dalam menjalani hidupnya, namun, tidak membantu mereka menikmati hidup.

Seperti studi sebelumnya, hasil riset ini juga tidak menemukan pengaruh peningkatan kemakmuran, individu dan negara secara keseluruhan tidak mempengaruhi kemampuan individu dalam menikmati hidupnya. Meski begitu, peneliti juga menemukan peningkatan nilai-nilai positif dalam diri seseorang sebagai akibat meningkatnya pendapatan, antara lain, rasa hormat, menikmati kemanidirian, memiliki pekerjaan yang memuaskan dan dukungan sosial dari sahabat dan keluarga.

"Masyarakat selalu bertanya, apakah uang membuat Anda bahagia? Studi ini menunjukan bahwa semua itu tergantung bagaimana Anda mendefinisikan kebahagiaan. Jika Anda melihat kepuasan hidup, bagaimana anda menilai hidup keseluruhan, Anda juga harus melihat korelasi yang kuat antara pendapatan dan kebahagiaan," ungkap Ed Diener, Peneliti Senior University of Illinois, seperti dikutip dari Healthday, Jum'at (2/6).

Ia menambahkan, di sisi lain, korelasi itu  begitu kecil antara perasaan positif dengan menikmati diri sendiri. Menurutnya, korelasi ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman seseorang.

"Setiap orang tentu melihat korelasi antara kepuasan hidup dan pendapatan. Meski benar, menjadi kaya akan membuat anda puas dengan hidup tapi tetap saja tidak mempengaruhi cara anda menikamti hidup," kata dia.

Sebelumnya, peneliti menganalisasi data yang terkumpul dari survei terdahulu yang melibatkan 136 ribu orang dari 132 negara pada rentang tahun 2005-2006.

Para peneliti, partisipan diberikan pertanyaan tentang emosi positif dan negatif seseorang, seperti apakah mereka merasa dihormati, apakah mereka bisa diandalkan keluarga dan sahabat, bagaimana mereka memilih kegiatan sehari-hari atau belajar tentang hal baru.


Sumber: Republika
Gambar: Corbis
Read more »

Lebih Produktif dengan Timer


Dalam artikel berjudul Boosting Productivity with a Timer, Bert Webb mengatakan bahwa produktivitas kita akan meningkat kalau kita membatasi waktu dengan menggunakan timer. Saat hendak membaca email misalnya, kita akan lebih efektif kalau waktu pembacaan email itu dibatasi. Kecepatan kita membaca dan memproses semua email akan menjadi lebih cepat dari biasanya. Alhasil, produktivitas kita pun akan meningkat !

Mengapa bisa begitu ? Bert Webb mengatakan bahwa itu adalah karena adanya sense of urgency kalau kita menggunakan timer. Ada rasa mendesak yang muncul, dan rasa mendesak itulah yang mendorong kita untuk lebih efektif dalam menyelesaikan segala sesuatu.

Mungkin situasi seperti ini bisa dibandingkan dengan siswa yang belajar SKS (sistem kebut semalam). Kalau disuruh belajar jauh-jauh hari biasanya mereka mengeluh tidak bisa menyerap pelajaran, tapi begitu kurang satu hari tiba-tiba daya serap mereka meningkat dengan luar biasa :) . Inilah akibat dari sense of urgency.

Saya pribadi setuju bahwa timer dapat meningkatkan produktivitas. Mengapa ? Sebab saya sendiri sudah membuktikannya. Saat mengerjakan sesuatu dengan dibatasi waktunya, saya menjadi lebih tangkas dalam mengerjakannya. Kalau biasanya santai-santai, sekarang saya jadi bergegas untuk menyelesaikan tugas itu. Tentu bukan bergegas yang ceroboh, melainkan bergegas agar dapat menyelesaikan sebanyak mungkin dalam waktu yang tersedia. Saya sendiri biasanya menggunakan stopwatch yang ada di handphone sebagai timer-nya.

Dalam kasus saya, salah satu penggunaan timer yang efektif adalah dalam membatasi waktu browsing. Ini karena browsing di Internet benar-benar menyimpan bahaya besar: tidak terasa tiba-tiba sudah berjam-jam waktu berlalu ! Dengan menggunakan timer maka saya bisa fokus untuk browsing hanya hal-hal yang penting saja (kebetulan ada extension yang bagus di Firefox untuk menghitung waktu browsing yaitu TimeTracker).

Tentu tidak semua hal cocok dibatasi dengan timer. Meluangkan waktu dalam pergaulan sehari-hari misalnya, kurang tepat kalau dibatasi secara ketat dengan timer. Begitu juga dengan jenis tugas tertentu yang menuntut konsentrasi penuh secara terus-menerus. Kalau waktunya dibatasi dengan timer, konsentrasi yang sudah dibangun malah bisa buyar dan harus dibangun dari awal lagi.

Karena itu kita perlu belajar untuk menggunakan timer pada tugas yang tepat. Kalau digunakan dengan tepat, timer berpotensi besar untuk meningkatkan produktivitas kita !


sumber : gayahidupdigital
gambar : gettyimages
Read more »

Read more »

 
Powered by Blogger